Ingin Jadi Kreator Tapi ...

Hai.. Selamat malam.. Hari ini adalah hari ke dua dari 30 hari aku ikut tantangan One Day One Post yang aku ceritakan di postingan sebelumnya. Tema hari ini adalah menceritakan tentang apa pekerjaan impianku.
Wah kalau ditanya seperti ini sih pikiran aku seperti melayang lagi ke masa-masa remaja yang ketika ditanya cita cita kamu mau jadi apa? Sebagai remaja labil dulu pasti menjawab hal hal yang pastinya profesi bergengsi, seperti dokter, arsitek, psikiater, bahkan menjadi polwan dan pilot pun pernah ada dalam list dream job versi aku remaja. Duh emang deh bercita cita itu harus setinggi langit, tapi gak begitu juga ya..
Nah berbeda halnya ketika sudah masuk kuliah dan menjadi mahasiswa. Karena masuk di kampus yang notabene penghasil guru, aku pikir ah jadi guru mungkin takdir aku. Walaupun bukan salah satu dream job saat remaja, tapi ketika jalannya memang mengarah ke menjadi seorang pendidik, ku terima dengan ikhlas, dan menjalaninya dengan suka hati. Alhamdulillah sekarang setelah benar benar menjadi guru aku merasakan bagaimana enaknya jadi guru. Enak loh ternyata jadi guru, awet muda karena interaksinya dengan anak anak remaja dan beberapa kali menemukan anak anak remaja yang dipaksa dewasa oleh keadaan, sehingga membuat aku menjadi seorang psikolog dadakan bagi murid murid. 
Tetapi kalau kalian menyimpulkan, wah berarti dream job yang terkabul donk menjadi guru itu, tetot.. kalian salah bestie. Beberapa tahun ini aku tertarik dengan pekerjaan menjadi kreator. Entah itu content creator, youtube creator, dan kreator kreator lain. Kenapa? Ya jelas karena manfaatnya terhadap orang banyak, apalagi kreator konten yang pasti kontennya dilihat banyak orang sehingga mereka terinfluence untuk mengikuti konten konten yang dibagikan. Terlebih kalau sudah terkenal ternyata akan disorot oleh banyak brand dan diminta untuk mengiklankan barang mereka secara soft selling. Wah seru ya.
Dibalik keseruan itu ternyata tidak seindah bunga mawar. Seorang kreator itu harus punya banyak ide. Ide ide itu juga harus dituangkan secara kreatif diatas kanvas digital, baik itu gambar, typography, foto, video, musik, dan lain lain. Semua hal tersebut harus bisa kreator olah secara baik di kanvas digital milik mereka, dan menjadikan semua hal tersebut padu dan pantas sehingga enak untuk dilihat oleh khalayak dan menarik. Kalau menarik dan semua orang suka, mereka pasti akan percaya atau kalau kontennya endorsment pasti membeli barang yang di iklankan melalui konten itu.
Disitulah kelemahanku, aku bisa komputer tapi tidak kreatif. Aku tau bagaimana cara mengedit foto, bagaimana cara membuat gambar di aplikasi design, bagaimana cara membuat film dan semuanya. Tapi ketidak kreatifanku ini membuat jalanku buntu. Sudah buka aplikasi canva tapi gatau harus bikin bentuk apa warna apa, gimana agar menarik. Tidak bisa sama sekali memunculkan ide kreatif itu dari dalam otakku. Makanya aku memendam dalam dalam dream job ku baru baru ini. Karena memang tidak berbakat dalam pekerjaan itu.
Disini aku belajar bahwa bukan apa yang menjadi impianku, tetapi apa yang sudah ada padaku, aku menjalankannya dengan baik dan sungguh sungguh, dan aku bersyukur dengan diberikannya pekerjaan yang mungkin menjadi harapan dari orang lain. Jadi pada intinya, tetap saja rasa syukur kita lah yang membuat kita merasa bahwa kita menjalankan peran sekarang adalah impian kita yang sedang terwujud.
Jadi, jangan lupa bersukur selalu ya sobat...

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer